Ternyata Seperti Ini Lho Identifikasi Sifat Asam, Basa dan Garam

Dalam ilmu kimia, berbagai zat ini dibagi menjadi tiga jenis berdasarkan sifatnya yakni asam, basa serta garam. Sejak dulu hingga saat ini, zat-zat itu sudah digunakan untuk berbagai hal. Pada artikel kali ini, sobat akan saya ajak mengulas tentang identifikasi sifat asam, basa dan garam.

Misalkan saja beberapa zat asam seperti asam sulfat (H2SO4) dan asam nitrat (HNO3) untuk kalangan industri. Air soda dalam minuman berkarbonasi yang kerap kamu minum adalah bentuk dari asam karbonat (H2CO3). Dan terakhir adalah asam klorida (HCl) yang kamu kenal sebagai asam lambung di perut. Semua ini diketahui berkat identifikasi sifat asam, basa dan garam yang tepat.

Tak cuma asam, beberapa zat basa hasil identifikasi sifat asam, basa dan garam juga mudah dijumpai bahkan di dalam rumah. Contohnya adalah soda api (NaOH) dan cairan amonia (NH3). Sementara untuk zat garam yang paling dikenal adalah garam dapur alias natrium klorida (NaCl).

Baca juga ya artikel sebelumnya tentang Sifat-Sifat Asam, Basa, dan Garam Agar Makin Paham

Proses Identifikasi Sifat Asam, Basa dan Garam

Tidak sulit kok untuk menggolongkan sebuah zat baik bentuk padat atau cair ke dalam senyawa asam, basa dan garam. Karena ada tiga langkah identifikasi yang bisa kamu lakukan dengan mudah seperti berikut ini:

Pakai Kertas Lakmus

Ternyata Seperti Ini Lho Identifikasi Sifat Asam, Basa dan Garam

Pada dasarnya, lakmus adalah sebuah campuran zat pewarna berbeda yang larut dalam air dan diekstrak dari lumut. Biasanya campuran ini diserap ke dalam kertas saring dan dikenal sebagai kertas lakmus, salah satu indikator pH paling tua dan paling sederhana yang ditemukan manusia. Kimia mengenal dua jenis kertas lakmus yakni berwarna merah dan biru.

Kedua warna kertas ini bisa mengidentifikasi sifat suatu cairan dengan simple. Di mana kertas lakmus biru akan berwarna merah saat dimasukkan ke zat asam, tapi tetap biru di cairan basa dan netral. Sebaliknya, kertas lakmus merah akan berubah jadi biru saat dibenamkan ke cairan basa serta tetap berwarna merah dalam larutan asam serta garam.

Gunakan Larutan Indikator

Untuk melakukan identifikasi sifat asam, basa dan garam selain kertas lakmus, kamu juga bisa menyiapkan larutan indikator. Ada dua jenis larutan indikator yakni yang alami dan buatan. Indikator alami seperti namanya, dibuat dari ekstrak tumbuhan, sayuran atau buah. Misalkan saja ekstrak bunga sepatu, bunga pacar air, ekstrak kunyit hingga ubi ungu.

Ternyata Seperti Ini Lho Identifikasi Sifat Asam, Basa dan Garam

Sementara indikator buatan, beberapa larutan yang bisa dipakai adalah timol biru, metil hingga dan penolptalin (PP). Larutan indikator ini akan berubah sesuai dengan campuran yang dimasukkan dan langsung menunjukkan sifat larutan itu. Misalkan saja larutan alami (kecuali kunyit) menjadi kuning dalam larutan basa dan makin memerah (kecuali kunyit) dalam cairan asam.

Baca juga

Manfaatkan Indikator Universal

Berbeda dengan kertas lakmus atau larutan indikator, ada cara identifikasi sifat asam, basa dan garam yang lebih akurat yakni memakai indikator universal alias Skala pH (potenz Hydrogen) dengan skala 0-14. Posisi 0-6 adalah zat asam, posisi 8-14 adalah zat basa dan skala 7 menjadi milik zat netral. Semakin kecil angka skalanya, warnanya makin merah dan artinya makin asam.

Ternyata Seperti Ini Lho Identifikasi Sifat Asam, Basa dan Garam

Sementara semakin besar angka skalanya, warnanya makin gelap dan menjadi ungu karena bersifat basa. Untuk zat netral, warnanya adalah hijau. Dengan Skala pH, proses identifikasi sifat asam, basa dan garam akan lebih cepat dan tepat. Kamu tak perlu bingung saat menemukan cairan yang mencurigakan sehingga bisa meminimalisir zat-zat berbahaya entah asam atau basa.

Referensi

  • https://id.m.wikipedia.org/wiki/Indikator_universal
  • https://id.m.wikipedia.org/wiki/Lakmus
  • https://id.m.wikipedia.org/wiki/Indikator_asam-basa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *