Jenis Zat Kimia sebagai Bahan Pemanis

Sobat, pernahkah kamu mengonsumsi minuman kemasan? Untuk menurunkan biaya produksi biasanya perusahaan menggunakan zat kimia sebagai bahan pemanis untuk menambahkan ke produknya. Lalu, apa saja jenis bahan pemanis tersebut? Berikut penjelasan lengkapnya.

Bahan Pemanis Makanan

Bahan pemanis makanan atau yang biasa disebut dengan sweetener dibagi menjadi dua macam. Pertama, pemanis alami yang berasal dari gula tebu, bit, aren, dan madu. Kedua, pemanis buatan yang terbuat melalui proses kimia. Dengan adanya rasa manis pada makanan akan menambah cita rasa makanan dan gula menjadi salah satu penyumpang kalori yang baik bagi tubuh manusia.

Bahan Pemanis Buatan

Pemanis buatan merupakan zat tambahan makanan yang sengaja dibuat untuk meniru rasa manis gula. Pemanis buatan ini merupakan senyawa yang dibuat dan memiliki tingkat kemanisan yang lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat kemanisan alami gula. Sehingga penggunaan bahan pemanis buatan ini dapat menurunkan biaya produksi sebuah perusahaan dalam memproduksi suatu produk tertentu.

Jenis Pemanis Buatan

Beberapa pemanis buatan ini biasanya digunakan sebagai pengganti gula dan beberapa masih digunakan dalam produksi suatu makanan atau minuman.

Aspartam

Aspartam ditemukan oleh James M. Schlatter pada tahun 1965. Rasa manis pada aspartam 200 kali lipat rasa manis dari gula alami. Penggunaannya biasanya untuk es krim, gelatin, dan permen karet. Hanya saja aspartam akan berubah menjadi asam amino jika terkena paparan suhu tinggi. Sehingga untuk membuat kue tidak diperbolehkan menggunakan aspartam.

Siklamat

Siklamat atau natrium siklamat ditemukan pertama kali di tahun 1937 oleh Michael Sveda. Siklamat merupakan zat kimia sebagai bahan pemanis buatan yang memiliki tingkat rasa manis 30-50 kali lipat lebih tinggi dibandingkan rasa manis gula alami. Biasanya siklamat digunakan bersamaan dengan pemanis buatan lain (sakarin).

Hanya saja penggunaan siklamat masih menjadi kontroversi di bidang kesehatan. Berdasarkan penelitian pada hewan pengerat, siklamat dapat memicu terjadinya kanker kandung kemih. Meskipun begitu, Rusia masih menggunakan siklamat sebagai bahan pemanis buatan.

Jenis Zat Kimia sebagai Bahan Pemanis

Sakarin

Sakarin ditemukan pertama kali oleh Remsen dan Fahlberg di tahun 1879. Sakarin merupakan pemanis buatan yang memiliki tingkat kemanisan 300 kali lipat lebih manis dibandingkan gula alami. Sakarin sudah digunakan sebagai bahan pemanis buatan lebih dari 100 tahun yang lalu. Hingga sekarang, sakarin banyak digunakan sebagai pemanis di berbagai produk pasta gigi, makanan, dan minuman.

Hanya saja banyak penelitian terhadap hewan pengerat menghasilkan sakarin dapat menyebabkan kanker. Pada konsumsi dosis tinggi, sakarin dapat menyebabkan penggumpalan urin yang mengakibatkan terjadinya goresan pada kandung kemih dan tumor saat sel beregenerasi.

Sukralosa

Sukralosa dihasilkan dari gula pasir yang terklorinasi, sehingga sukralosa memiliki tingkat kemanisan hingga 600 kali lipat dibanding gula alami. Sukralosa tetap stabil di suhu tinggi, sehingga banyak digunakan untuk berbagai macam produk makanan dan minuman. Meskipun belum ada larangan penggunaan sukralosa, sukralosa tidak dapat larut dalam lemak. Sehingga konsumsi berlebih akan terakumulasi pada jaringan lemak.

Asesulfam Kalium

Asesulfam kalium merupakan jenis pemanis buatan tanpa kalori. Memiliki tingkat kemanisan lebih dari 200 kali lipat, asesulfam kalium banyak digunakan untuk zat aditif pada makanan dan minuman berkarbonasi.

Jenis Zat Kimia sebagai Bahan Pemanis

Stevia

Stevia banyak digunakan oleh negara Amerika Serikat dan Jepang sejak tahun 1970. Memiliki indeks glikemik nol, stevia menjadi pemanis buatan yang aman dikonsumsi oleh penderita diabetes.

Baca juga

Nah, dari keenam jenis zat kimia sebagai pemanis buatan di atas mana yang lebih familiar di telinga kamu? Dengan mengetahui beragam pemanis buatan, semoga menjadi khazanah ilmu untukmu. Meskipun beberapa jenis masih diperbolehkan untuk dikonsumsi, tetap harus dibatasi untuk menjaga kesehatan tubuh.

Referensi

  • https://www.ilmukimia.org/2013/08/jenis-jenis-pemanis-buatan.html

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *