Mengapa Bentuk Bulan Berubah

Dalam sistem tata surya, ada banyak sekali planet di galaksi bima sakti. Setiap planet–planet ini memiliki satelit masing–masing yang mengelilinginya, tak terkecuali bumi. Bumi memiliki satu satelit yang disebut dengan bulan. Bulan merupakan satu–satunya satelit yang dimiliki oleh bumi. Sobat semua pasti sering melihat bulan bukan? Mengapa bentuk bulan berubah?

Pasti sobat semua sering bertanya–tanya mengapa bentuk bulan setiap kita lihat selalu berbeda atau berubah–ubah. Misalnya hari ini berbentuk sabit, kemudian setengah lingkaran hingga bulan sempurna.

Definisi Bulan

Seperti yang kamu ketahui, bulan merupakan satelit bumi yang hanya muncul di malam hari. Bulan selalu muncul dan bercahaya di malam hari saja. Meskipun bulan mengeluarkan cahaya, namun ternyata bulan bukan termasuk keluarga bintang lho. Karena ternyata bulan tidak dapat memancarkan sinarnya sendiri.

Baca Perbedaan Satelit Alami dan Satelit Buatan

Cahaya yang muncul di permukaan bulan bukanlah sumber cahaya asli dari bulan itu sendiri, cahaya ini merupakan cahaya pantulan dari matahari ke permukaan bulan sehingga jika sobat lihat dari bumi bulan nampak seperti memancarkan cahaya.

Fase–fase Bulan

Fase-fase bulan, Mengapa bentuk bulan berubah?
Fase-fase Bulan

Pada dasarnya bulan merupakan satelit yang berarti pengikut bumi. Bulan mengelilingi bumi dan membutuhkan waktu sekitar 1 bulan untuk melakukan satu kali putaran. Maka dari itu bulan akan nampak seperti berubah–ubah bentuknya sesuai dengan posisi bulan mengelilingi bumi. Inilah alasan mengapa bentuk bulan berubah.

Bentuk bulan yang sobat lihat di bumi merupakan penampakan dari sisi–sisi bulan yang terkena pancaran dari sinar matahari sedangkan sisi lainnya gelap karena tidak mendapat cahaya dari matahari sehingga menyerupai bentuk–bentuk unik seperti sabit, setengah lingkaran, hingga bulat penuh.

Bulan Baru

Bulan baru ini merupakan fase awal dari bulan, namun bentuknya tidak bisa kita lihat langsung melalui bumi. Diperlukan alat khusus untuk melihat penampakan dari bulan baru tersebut. Posisi bulan pada fase ini adalah bulan berhadapan dengan bumi sehingga tidak mendapatkan pancaran sinar dari matahari dan tidak bisa kita lihat dari bumi.

Bulan Sabit Muda

Fase bulan sabit muda ini muncul setelah fase bulan baru. Bentuk awal dari bulan sabit muda ini adalah seperti garis batang kayu yang kemudian berkembang menjadi bentuk bulan sabit. Bentuk dari bulan ini adalah lengkung seperti sabit pada umumnya ke arah kiri dan bentuk ini biasanya kita lihat dalam waktu selama 7 hari.

Bulan Kuartal 3

Pada fase selanjutnya setelah bulan sabit muda adalah bulan kuartal 3. Bentuk bulan ini jika sobat lihat dengan mata telanjang di bumi bentuknya adalah setengah lingkaran yang akan terus membesar seiring waktu.

Bulan kuartal 2

Setelah fase bulan kuartal 3, bulan melewati fase bulan kuartal 2. Kurang lebih sama seperti bulan kuartal 3, di fase ini penampakan bulan sedikit lebih besar dari setengah lingkaran jika kamu lihat dari bumi.

Bulan Purnama

Bulan purnama merupakan fase puncak dari bulan dimana bentuk bulan ini adalah bulat sempurna. Pada fase ini bulan mendapatkan pancaran penuh sinar matahari di seluruh permukaannya. Maka dari itu kita bisa melihatnya dengan mata telanjang di bumi. Fase ini bisa sobat lihat pada pertengahan bulan atau tanggal 15 setiap bulannya.

Baca juga Pengertian dan Proses terjadinya gerhana bulan

Nah, itulah penjelasan mengenai alasan mengapa bentuk bulan berubah jika sobat melihatnya dengan mata telanjang di bumi. Semoga artikel ini bisa membatu sobat semua untuk mengetahui lebih lanjut mengenai fase–fase bulan dan dapat mengetahui perkembangannya setiap hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *