Pemisahan Campuran Kromatografi: Pengertian, Kegunaan, Langkah-langkah, dan Contohnya

Di dalam proses kimia dan fisika, ada banyak hal yang penting untuk dipelajari. Dan semua itu berhubungan dengan kehidupan manusia di bumi. Salah satu pembelajaran yang penting adalah pemisahan campuran. Pemisahan campuran yang terdiri dari beberapa unsur dan zat masih terbagi lagi menjadi beberapa jenis. Salah satunya adalah pemisahan campuran kromatografi.

Pengertian Kromatografi

Pemisahan Campuran Kromatografi: Pengertian, Kegunaan, Langkah-langkah, dan Contohnya

Sebelum mempelajari lebih lanjut mengenai bagaimana proses pemisahan campuran tersebut, alangkah baiknya untuk diulas terlebih dahulu tentang pengertian kromatografi itu sendiri.

Kromatografi merupakan cara memisahkan campuran dimana komponen yang ada akan dipisahkan dan juga melalui proses distribusi dengan dua fase penting.

Fase yang pertama adalah fase tetap atau stasioner dan fase yang kedua adalah fase bergerak atau fase mobil. Fase bergerak lebih cenderung kepada penahanan terhadap komponen sementara untuk fase mobil cenderung kepada melarutkan campuran yang bersangkutan.

Selain itu, ada juga pengertian lain dari kromatografi yang merupakan metode pemisahan antara jenis senyawa organik dengan jenis senyawa nonorganik dengan tujuan senyawa-senyawa tersebut dapat dipelajari lebih lanjut. Ini merupakan metode fisik yang sangat tepat untuk proses pengamatan dan juga penyelidikan atas campuran yang dijadikan pelarut.

Kegunaan Campuran Kromatografi

Ada beberapa kegunaan dari proses atau metode pemisahan campuran kromatografi. Di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Untuk dapat memisahkan komponen-komponen tertentu yang tercampur menjadi sebuah zat.
  • Untuk dapat menentukan tingkat kemurnian dari zat sampel tertentu.
  • Untuk menentukan komponen apa saja yang terkandung di dalam sebuah zat sampel dan juga melakukan penghitungan atas harga masing-masing komponennya.
  • Untuk menentukan konsentrasi yang terdapat pada suatu zat sampel.
  • Langkah Pemisahan Campuran Kromatografi

Berikutnya akan dibahas mengenai langkah dalam proses pemisahan campuran kromatografi yang wajib kamu ketahui. Untuk langkahnya adalah sampel yang akan dilakukan proses pemisahan di dalamnya dilarutkan terlebih dahulu. Jika sudah, larutan tersebut akan diletakkan pada bagian kolom yang sebelumnya sudah diisi dengan fasa diam.

Sesudah itu, fasa gerak harus disiapkan dan dialirkan dengan cara yang pelan sampai habis alirannya. Lalu, komponen akan dibawa sampai ke bawah oleh fasa gerak. Dengan demikian, akan ada keseimbangan kolom di dalamnya. Selanjutnya, masing-masing komponen yang ada akan menampilkan koefisien distribusi yang berbeda antara satu dengan yang lain.

Sehingga, dengan adanya kecepatan migrasi yang berbeda, itu akan membuat campuran yang terdiri atas beberapa komponen terpisah. Adapun komponen yang terpisah tersebut merupakan rangkaian pita-pita di dalam fasa diam. Selanjutnya, masing-masing pitanya akan dorong keluar dari kolom dengan ditambahkannya fasa gerak.

Proses selanjutnya adalah penampungan, pemisahan dan selanjutnya ada proses identifikasi. Proses kromatografi juga mampu memisahkan campuran dalam ukuran yang cukup besar bahkan mencapai berat 1 gram.

Contoh Kromatografi

Berikutnya adalah penjelasan mengenai contoh kromatografi. Pada kesempatan ini akan dijelaskan mengenai contoh sederhana dari kromatografi. Misalnya adalah kromatografi kertas. Kromatografi kertas bisa dibuat dari kertas tisu, kertas biasa dan sebagainya.

Kromatografi kertas ini bisa digunakan untuk memisahkan zat warna yang tercampur menjadi satu. Dimana nantinya masing-masing zat warnanya akan terpisah dan dapat diidentifikasi.

Baca juga

Itulah ulasan tentang pemisahan campuran kromatografi yang bisa dijadikan sebagai rujukan dan acuan pembelajaran kamu. Dengan mengetahui hal mendasar mengenai proses pemisahannya, maka kamu akan semakin mudah dalam memahami berbagai pemisahan campuran. Tentu saja juga mempermudah praktiknya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *