Bagaimana itu Pemisahan Campuran Sublimasi?

Sublimasi merupakan salah satu metode untuk memisahkan campuran. Pemisahan campuran sublimasi didasarkan pada kemampuan menyublim dari campuran zat. Campuran zat untuk dipisahkan secara sublimasi harus memiliki satu zat yang dapat menyublim dan zat yang lain tidak dapat menyublim. Kamu masih ingat tidak apa itu menyublim?

Menyublim merupakan perubahan wujud dari padat menjadi uap. Contoh benda yang dapat menyublim adalah kapur barus. Baca Wujud zat dan massa jenis

Kembali ke topik terkait sublimasi. Karena menjadi salah satu metode pemisahan campuran, sublimasi bertujuan untuk memisahkan suatu zat dari pengotornya. Ketika dipisahkan secara sublimasi, zat pengotor akan tertinggal dalam wadah. Syarat untuk melakukan sublimasi adalah partikel dalam campuran itu memiliki perbedaan titik didih yang besar.

Dalam skala industri, campuran tersebut dipisahkan dengan sublimator sampai berubah menjadi uap. Uap tersebut ditampung kemudian didinginkan sehingga terjadi kondensasi (pengembunan).

Dalam skala laboratorium, campuran dimasukkan dalam gelas piala yang sudah dilengkapi dengan gelas arloji dan labu/corong yang sudah diberi air. Gelas piala dipanaskan perlahan dengan api kecil.

Proses sublimasi dilakukan dengan memanaskan campuran hingga berubah menjadi uap. Uap yang dihasilkan ditampung dan didinginkan kembali. Zat yang dapat menyublim akan berubah menjadi uap dan selanjutnya menjalani proses pendinginan. Uap yang telah didinginkan akan tampak menjadi embun yang menempel di dinding wadah. Sublimasi dihentikan jika zat yang dapat menyublim sudah habis.

Proses ini sebenarnya memiliki kemiripan dengan distilasi. Distilasi juga didasarkan pada perbedaan titik didih. Bedanya, pada destilasi campurannya berwujud cair, bukan padat.

Sublimasi dilakukan bukan tanpa tujuan, beberapa tujuan sublimasi adalah:

  • Memperoleh zat murni dari suatu campuran
  • Mengidentifikasi keberadaan suatu zat

Pemisahan campuran sublimasi dibedakan menjadi dua, yaitu:

Sublimasi alami

Proses ini terjadi karena proses dari alam. Contohnya sublimasi dari belerang yang ada di kawah Gunung Ijen. Kawah ijen selalu melepaskan gas dengan kandungan sulfur yang konsentrasinya tinggi. Belerang yang membuat bau gas ini sangat menyengat dihasilkan dari sublimasi asap kawah pada suhu 200oC. Ketika asap naik ke atmosfer, udara dingin di pegunungan membuat gas belerang tersebut terkondensasi.

Belerang yang telah menjadi padat menumpuk di tanah dan terkubur menjadi endapan berupa batuan. Batuan yang mengandung belerang memiliki warna kuning pucat.

Sublimasi Buatan

Sublimasi buatan dapat dilakukan di laboratorium dan penerapan yang lebih luas pada skala industri. Percobaan yang dapat dilakukan adalah memisahkan campuran garam dengan iodin dengan langkah-langkah:

  • Memasukkan campuran garam dengan iodin sebanyak satu sendok ke dalam pinggan penguap.
  • Beri pinggan penutup dengan sepotong kertas yang telah dilubangi menggunakan jarum.
  • Letakkan corong yang telah diberi sedikit kapas.
  • Panaskan pinggan dengan api kecil.
  • Perhatikan uap dan kristal yang terbentuk.
  • Amati bentuk kristal tersebut menggunakan kaca pembesar.

Baca juga

Selain memisahkan iodin dengan garam, sublimasi juga dapat kamu coba untuk memisahkan campuran kapur barus dan pasir. Prosedur yang harus dilakukan sama saja, dan air dapat diganti dengan es batu.

Bagaimana itu Pemisahan Campuran Sublimasi?

Sekarang kamu mendapat pengetahuan tambahan mengenai pemisahan campuran sublimasi. Apakah ingin mencobanya juga di rumah?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *