Sorbitol dan Dampaknya Bagi Kesehatan

Sobat, pastinya kamu suka menikmati beragam makanan dan minuman manis. Nah, untuk memberi rasa manis diperlukan bahan pemanis yang ditambahkan ke dalamnya. Salah satu pemanis alami yang dihasilkan dari tumbuh-tumbuhan adalah sorbitol. Lalu, apa sorbitol itu? Apakah baik untuk kesehatan? Mari disimak ulasan mengenai sorbitol dan dampaknya berikut ini.

Pengertian Sorbitol

Sorbitol merupakan gula alkohol yang setara dengan 2,6 kilokalori dalam setiap gramnya. Sorbitol sendiri berasal dari kata ‘sorbus’ yang merupakan nama genus dari tumbuh-tumbuhan. Jadi, tumbuh-tumbuhan yang memiliki genus sorbus inilah yang dapat menghasilkan sorbitol.

Beberapa tumbuh-tumbuhan yang menghasilkan sorbitol, diantaranya rumput laut, apel, persik, plum, dan pir.

Sorbitol dan Dampaknya Bagi Kesehatan

Sorbitol dapat dimetabolisir oleh tubuh secara lambat. Sorbitol yang dimetabolisir dalam tubuh  dihasilkan melalui proses reduksi glukosa, yaitu dengan mengubah gugus aldehida menjadi gugus hidroksil. Di dalam tubuh, sorbitol akan disintesis oleh sorbitol -6- fosfat dehidrogenase dan kemudian diubah menjadi fruktosa oleh enzim suksinat dehidrogenase.

Sorbitol dan Dampaknya Bagi Kesehatan

Sorbitol memiliki struktur gula alkohol yang disebut dengan poliol. Poliol merupakan alkohol yang memiliki beberapa ikatan hidroksil (-OH). Dalam satu molekul sorbitol tersusun dari 6 rantai atom karbon dengan satu hidroksil pada setiap atom karbonnya.

Karakteristik sorbitol berbentuk granul atau kristal dengan titik leleh sebesar 950C dan titik didih pada 2960C. Sorbitol merupakan senyawa yang dapat larut dalam air. Sehingga sorbitol memiliki rasa yang manis dan tekstur kental seperti sirup.

Baca juga Pengertian dan Jenis Bahan Kimia (Zat Aditif)

Dampak Sorbitol

Penggunaan sorbitol lebih sering untuk humektan pada kosmetika modern dan pengental. Sorbitol juga digunakan sebagai pencuci mulut, pasta gigi, dan beragam sirup. Salah satu yang perlu diwaspadai dalam produk yang mengandung sorbitol adalah obat batuk, sirup, jus kemasan, dan soda. Sorbitol juga banyak digunakan dan cukup aman untuk penderita diabetes mellitus, karena kandungannya yang rendah kalori.

Meskipun diperbolehkan, sorbitol dan dampaknya harus tetap diperhatikan dosis penggunaannya. Makanan atau minuman yang mengandung sorbitol yang terlalu sering dikonsumsi akan menyebabkan beragam masalah kerusakan gastrointestinal.

Sorbitol dapat menyebabkan sindrom nyeri perut yang menimbulkan rasa panas pada perut. Bahkan, hanya dengan mengonsumsi dalam dosis kecil dapat menyebabkan masalah tersebut. Efek lain yang ditimbulkan dari sorbitol adalah timbulnya diare, terutama pada anak yang memiliki pencernaan sensitif.

Sedangkan konsumsi sorbiol dalam dosis yang tinggi dapat menimbulkan rasa begah pada perut, sakit perut, hingga diare osmotik. Hal ini dikarenakan sorbitol yang terlalu banyak pada saluran pencernaan (lebih dari 50 gram per hari) dapat menyebabkan tekanan osmosis pada lumen usus lebih tinggi. Sehingga cairan yang terdapat di usus halus terdorong ke lumen usus yang menyebabkan terjadinya diare.

Baca juga Zat Kimia sebagai Pengawet Makanan dan Minuman

Nah, itulah penjelasan mengenai sorbitol dan dampaknya bagi kesehatan jika dikonsumsi terlalu banyak. Dengan memahami penjelasan di atas, semoga kamu lebih selektif dan tidak berlebihan dalam mengonsumsi suatu makanan atau minuman. Semoga bermanfaat.

Referensi

  • https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sorbitol
  • https://mafia.mafiaol.com/2012/11/apa-itu-sorbitol-dan-apa-dampak-yang.html?m=1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *