Zat Kimia sebagai Pengawet Makanan dan Minuman

Hai sobat, mengapa makanan dan minuman yang dijual di pasaran memiliki daya tahan yang cukup lama? Ya, hal ini dikarenakan adanya kandungan pengawet pada makanan dan minuman tersebut. Meskipun terdapat cara tradisional untuk mengawetkan makanan, ternyata zat kimia sebagai pengawet makanan dan minuman juga banyak diperlukan dalam proses produksi. Lalu, apa saja zat kimia tersebut? Simak ulasannya.

Bahan pengawet merupakan salah satu zat aditif yang ditambahkan untuk mencegah dan menghambat terjadinya proses pembusukan, pengasaman, dan penguraian oleh mikroorganisme.

Bahan pengawet diperlukan karena pada dasarnya makanan atau minuman memiliki daya tahan yang rendah atau mudah busuk dan mudah rusak.

Pengawetan secara tradisional sudah dikembangkan sejak ratusan tahun yang lalu. Cara pengawetan ini dilakukan dengan cara diasinkan, diasap, ataupun dijadikan manisan. Meskipun bisa dilakukan dengan cara tradisional, makanan/minuman masih mengalami proses pembusukan hingga ditemukan zat kimia sebagai pengawet makanan dan minuman.

Baca juga

Jenis Zat Kimia sebagai Pengawet Makanan dan Minuman

Asam Benzoat

Zat kimia yang paling banyak digunakan sebagai pengawet adalah asam benzoat (C7H6O2 atau C6H5COOH). Asam benzoat merupakan zat kimia yang berupa padatan kristal berwarna putih dan memiliki fungsi untuk mengendalikan pertumbuhan jamur dan bakteri pada makanan/minuman. Asam benzoat dihasilkan dari proses bahan baku yang cukup murah, menghasilkan daya tahan yang tinggi, dan ramah lingkungan.

Zat Kimia sebagai Pengawet Makanan dan Minuman

Kalsium Benzoat

Kalsium benzoat digunakan untuk menghambat pertumbuhan bakteri penghasil toksin dan bakteri spora,. Hanya saja zat kimia ini dapat mempengaruhi rasa yang menimbulkan kesan aroma fenol seperti aroma obat cair. Biasanya kalsium benzoat digunakan untuk mengawetkan minuman kemasan, sirup, dan ikan asin.

Sulfur Dioksida

Sulfur dioksida (SO2) merupakan senyawa kimia yang berbentuk gas dan biasanya dikeluarkan oleh gunung berapi dan proses produksi. Biasanya sulfur dioksida digunakan untuk mengawetkan sari buah, buah kering, kacang kering, sirup, dan acar.

Kalium Nitrit

Kalium nitrit merupakan senyawa anorganik dengan rumus kimia KNO2. Senyawa ini berbentuk bubuk higroskopik yang larut dalam air dan berwarna putih atau agak kekuningan. Penggunaan kalium nitrit berfungsi untuk menghambat pertumbuhan bakteri pada daging dan ikan. Biasanya kalium nitrit digunakan setelah daging dilayukan untuk mempertahankan warna daging agar tampak lebih segar.

Kalsium Propionat/Natrium Propionat

Kedua senyawa ini merupakan golongan asam propionat. Biasanya senyawa ini digunakan untuk mencegah timbulnya jamur dan sering digunakan untuk produk roti.

Zat Kimia sebagai Pengawet Makanan dan Minuman

Natrium Metasufat

Memiliki fungsi yang hampir sama dengan kalsium dan natrium propionat, natrium metasulfat biasanya digunakan untuk zat aditif pada produk roti dan tepung.

Baca juga Bahan Kimia Pembasmi Serangga

Asam Sorbat

Asam sorbat merupakan senyawa organik yang berfungsi untuk mengawetkan makanan. Senyawa ini tak memiliki warna dan mampu menyublim dengan cepat. Biasanya asam sorbat digunakan untuk produk beraroma jeruk, berbahan keju, dan minuman.

Zat Kimia sebagai Pengawet Makanan dan Minuman

Nah, itulah beberapa zat kimia sebagai pengawet makanan dan minuman yang sering digunakan. Semoga bermanfaat.

Referensi

  • https://id.m.wikipedia.org/wiki/Bahan_pengawet
  • https://id.m.wikipedia.org/wiki/Asam_benzoat
  • https://www.ibudanbalita.com/forum/diskusi/Kalsium-benzoat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *